Powered By Blogger

Aku bertanya pada Ibuku, bagaimanakah lelakisejati itu ?

Friday, March 27, 2009

Ibuku menjawab,

Nak...Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yangkekar,
tetapi dari kasih sayangnya pada orangdisekitarnya....

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari suaranya yanglantang,
tetapi dari kelembutannya mengatakankebenaran.....

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari jumlahsahabat di sekitarnya,
tetapi dari sikapbersahabatnya pada generasi muda bangsa...

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari bagaimana diadi hormati ditempat bekerja,
tetapi bagaimana diadihormati didalam rumah...

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan,
tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan...

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari dadanya yangbidang,
tetapi dari hati yang ada dibalik itu...

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari banyaknyawanita yang memuja,
tetapi komitmennya terhadapwanita yang dicintainya...

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari jumlahtanggungjawabyang dibebankan,
tetapi dari tabahnya diamenghadapilika-liku kehidupan...

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari rajinnyamembaca kitab suci,
tetapi dari konsistennya dia

Sedekah Jariah - Kebajikan yang tak berakhir


1. Berikan al-Quran pada seseorang, dan setiap dibaca, Anda mendapatkan hasanah.

2. Sumbangkan kerusi roda ke hospital dan setiap orang sakit menggunakannya, Anda dapat hasanah.

3. Berkongsi bahan bacaan yang membangun dengan seseorang.

4. Bantu mendidik seorang anak.

5. Ajarkan seseorang sebuah do'a. Pada setiap bacaan do'a itu, anda dapat hasanah.

6. Berkongsi CD Quran atau Do'a.

7. Terlibat dalam pembangunan sebuah masjid.

8. Tempatkan pendingin air di tempat umum.

9. Tanam sebuah pohon. Setiap seseorang atau binatang berlindung dibawahnya, Anda dapat hasanah.

10. Hantarkan email ini dengan orang lain.Jika seseorang menjalankan salah satu dari hal diatas, Anda dapat hasanah sampai hari Qiamat.

DARIPADA Abu Hurairah, katanya, Nabi Muhammad saw bersabda bermaksud: Lihatlah kepada orang yang lebih rendah daripadamu dan jangan melihat kepada orang yang lebih tinggi.
Itulah tembok yang kukuh supaya kamu tidak menghina pemberian Allah kepadamu.Selaku insan mukmin, kita tidak harus menyalahkan apa saja pemberian Allah, apalagi menghinanya.Hal ini kerana jika dihitung-hitung nikmat Allah, nescaya kita tidak akan sanggup menghitungnya lagi disebabkan terlampau banyak nikmat, termasuk pemberian yang tidak disedari.
Oleh itu, jangan kita kesal atau kecewa dengan ciptaan atau pemberian Allah sama ada mengalami kecacatan, kekurangan dan sebagainya. Hal ini kerana jika mengeluh terhadap-Nya, padahal kita sedang menikmati rahmat-Nya, itu bermakna kita tamak dan menutup mata atas nikmat yang dimiliki selama ini.Perkara demikian akan menjerumuskan kita ke lembah kekufuran serta mengundang kemurkaan Allah suatu masa kelak. Allah akan menarik semula segala nikmat pemberian-Nya dan menggantikannya dengan kesusahan.Pada waktu itu, kita akan menyesal dan celik akan hakikat sebenarnya. Sesungguhnya sebahagian besar musibah yang menimpa manusia disebabkan oleh keluhan mereka terhadap-Nya, sedangkan Allah itu Maha Pengasih, Maha Adil dan lemah terhadap hamba-Nya.Oleh itu dalam apa juga perkara, kita hendaklah bersifat qanaah dan sentiasa bersyukur. Di samping itu, kita hendaklah berusaha dan bersabar kerana Allah ada berfirman bermaksud: ...boleh jadi kamu benci pada sesuatu, padahal ia baik bagi kamu, dan boleh jadi kamu suka kepada sesuatu, padahal ia buruk bagi kamu. Dan (ingatlah), Allah jugalah Yang Mengetahui (semuanya itu), sedang kamu tidak mengetahui. (Surah al-Baqarah, ayat 216)

Doa Awal Tahun

Doa Akhir Tahun

 
Mari Renung-Renungkan. - by Templates para novo blogger